Minggu, 25 September 2016

Paradigma Ekonoomi Kelembagaan

Ekonomi Kelembagaan memiliki latar belakang yang dapat disebut dengan Paradigma Ekonomi Kelembagaan. Paradigma itu sendiri menurut Robert Freidrichs, yaitu kumpulan tata nilai yang membentuk pola pikir seseorang sebagai titik tolak pandangannya sehingga terbentuk citra subjektif seseorang terhadap realita sehingga berujung pada ketentuan bagaimana cara untuk menangani realita tersebut. Jadi yang akan di bahas pada bab kali ini yaitu tentang bagaimana pola pikir atau pandangan para ilmuwan untuk menangani kasus-kasus yang terjadi pada ekonomi kelembagaan.

Perilaku Teknologis dan Ideologis
Dalam kaum neoklasik untuk dapat menganalisis ilmu ekonomi dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu :
  • Distribusi pendapatan
  • Struktur kekuasaan
  • Alokasi sumberdaya
  • Pertumbuhan kesempatan kerja, pendapatan produksi, dan harga
Berbeda dengan para ahli kelembagaan, untuk dapat menganalisis ilmu ekonomi dibagi menjadi tiga macam, yaitu :
  • Aturan main
  • Struktur kekuasaan
  • Proses terjadinya serta penyelesaian suatu konflik
Analisis yang dilakukan oleh kaum neoklasik, pada kenyataan di lapangan telah menimbulkan suatu masalah, seperti kehilangan solusi untuk dapat menyelesaikan masalah ekonomi yang timbul dan bertentangan pula pada ekonomi kelembagaan baru. Veblen memaparkan jika perilaku teknologis pada kelembagaan merupakan sebuah pedoman aliran kelembagaan itu sendiri. Kelembagaan itu disebut dengan perilaku masyarakat yang terpengaruh pada otoritas.

Realitas dan Evolusi
Realitas sosial merupakan sebuah perubahan yang terjadi pada ekonomi kelembagaan, yang dapat dikenal dengan sebuah sistem ekonomi. Analisis ekonomi pun memiliki tingkatan-tingkatan, yaitu berupa sebuah pandangan holistik, sistematis, serta evolusioner, seperti yang telah dipaparkan oleh Weber dan Harisson. Aliran kelembagaan pun dapat disebut dengan sifat yang holistik.

Metode Kualitatif (Partikularitas dan Subjektivitas)
Metode Kualitatif ini sendiri merupakan metode yang dapat memberikan solusi-solusi dengan adanya berbagai masalah yang timbul. Metode ini dapat mengidikasikan sebuah keterbatasan yang ada dan berkeyakinan jika yang terjadi pada fenomena sosial merupakan kejadian universal.

Nonprediktif (Nilai Guna dan Liabilitas Data)
Seperti yang telah dijelaskan, penelitian kualitatif dapat memberikan solusi pada masalah-masalah yang terjadi dan tidak ada peramalan apapun itu, tetapi sebaliknya pada penelitian kuantitatif, penelitian tersebut masih berupa peramalan-peramalan peristiwa yang akan muncul di masa depan.
Penelitian kualitatif memiliki beberapa alasan mengapa penelitian tersebut tidak melakukan sebuah peramalan, yaitu :
  • Tingkat filosofis watak seseorang tidak memiliki peluang untuk melakukan analisis penelitian sosial yang akan muncul
  • Pada sebuah penelitian yang memiliki nilai guna pada sisi tatanan pragmatis tidak untuk melakukan sebuah peramalan-peramalan, tetapi untuk melakukan sebuah pemahaman pada analisis ilmiah tersebut


#tugas3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar